Rizky Isnanda
things that worth to tell

Apr
18

Greeting, subjects…. It is I,am about to give another writing…how’re ya’all doin? I’m doin perfectly fine as I am begin to write this anyway…
Okay, off we go…
Sekarang ini, gua lagi sibuk, sibuk buat menghitung mundur, buat kembali ke kegiatan per-koass-an gua lagi. Seriously, I’m about to forget gimana rasanya jadi koass, setelah selama 1 bulan gua meliburkan diri, ditambah 3 bulan dibuat libur sama kampus gua. Yang gua tau sekarang, in some ways, I feel excited, happy. In other ways, my heart beats faster, I feel nervous. Perasaan yang sama, kayak waktu gua mulai koass buat pertama kali setahun yang lalu. Hell, wonder what next goin to happen…
My first problem is, gua harus kembali mengadaptasi jam biologis gua yang normal, ke yang absurd sesuai sama dunia per-koass-an which is, I have to try to wake up so early again, which is I’ve not accomplised yet and it suck.
Next problem, selama gua meliburkan dan diliburkan, gua ga nyentuh buku sama sekali, ga belajar sama sekali, which is I am doomed, kalo pas koass, masih kayak gitu juga.
So wish me luck for this re-start thing…
Yesterday, one of my best friend told me literally by asking question “bly, mau sampe kapan, umur mental lo ga disesuaiin ama umur fisik? You’re 23 years old now, muka lo 25, tapi umur mental lo masih kayak 18 tahun”. Gua cuma bisa cengengesan. But I guess I have my own answer to that. Gua ngerasa bahwa umur mental gua, bakal bergerak sesuai kebutuhan. Saat gua harus berfikir dewasa terhadap konflik di depan gua, gua bakal dewasa. Selebihnya, gua bakal kayak gua apa adanya. Lagian, dengan berfikir kayak anak-anak remaja, gua ngerasa lebih jujur dalam hidup gua, lebih enjoy, no worries about how’s life gonna be on the road ahead, not give a damn shit about other people thoughts. I could do what I want. I do what I love to do. That’s how my mental working for now.

Okay, enough for now… Write again later… Smell ya…

Mar
28

Hello Lads !!!
Nulis lagi nih…hahahaha
How’re y’all right now? Being fine I hope.

Off we go !! Boyaaaahhh !!!
Gua baru aja nonton film indonesia berjudul “The Raid”. Film bergenre action yang katanya menang penghargaan di Toronto Movie Festival, sama Busan Movie Festival. Karena penasaran dan bosen di rumah, gua memutuskan buat nonton ini film.

Baidewai, nonton kali ini sedikit berbeda, karena hampir aja, untuk pertama kali (seinget gua) dalam hidup gua, gua nonton film, berdua, sama COWOK !! Seumur-umur nonton bedua sama cowok itu, cuma sama abang gua doang. Dan seinget gua, terakhir kali gua jalan bedua sama cowo ke mall, itu ama sahabat gua si Irvan, yang dengan absurdnya ngajak masuk ke “Strawberr* shop” yang dimana, ngejual aksesoris-aksesoris buat cewe. Makanya kalo tadi terjadi, itu menjadi pengalaman pertama buat gua.

Dan, cowo yang ‘beruntung’, menemani gua nonton adalah, salah seorang sahabat gua, namanya sebut saja Surya. Yang dengan baik hati menjajakan dirinya buat nemenin gua nonton. Padahal gua tadinya mau nonton sendiri. Jadilah gua ama sahabat gua itu pergi ke mall buat nonton film, BERDUA !!! Tapi waktu udah nyampe bioskop, kita berdua malah canggung nonton bedua, dan memutuskan buat ngajak temen gua yang lain buat ikut nonton, yang sialnya, temen gua ini, sebut saja Hadi, memutuskan buat ngajak pacarnya, yang tentu saja merupakan tindakan ga berpri-kefakirasmara-an terhadap gua ama Surya, yang statusnya blom berpasangan. Tapi, sisi positifnya, gua ditemenin si Surya, gua ga perlu jadi ‘obat nyamuk’ sendirian. Tau kan istilah ‘obat nyamuk’? Istilah yang dipakai saat lo ngajak seorang temen lo buat hang out, tapi temen lo juga ngajak pasangannya, dimana saat itu lo cuma sendiri. Nah, karena gua ditemenin si Surya, jadi, gua berdua yang jadi obat nyamuk, dengan prinsip, “Dua Obat Nyamuk Lebih Baik Daripada Satu !!!”, two is better than one !!! *ketawasetan*

Anyway, film “The Raid” menurut gua, bagus, menarik. Dari segi visual effect maupun cerita. Mungkin karena gua yang doyan liat film action, martial arts, tembak-menembak, hujan peluru, darah muncrat, tonjok-tonjokkan. Dan gua memberi rating 8.025/10 buat film ini. So, buat yang bosen liat film indonesia yang banyak berisi “horror-jorok”, dimana pocong berbikini berkeliaran, kuntilanak mulai belajar striptease, tuyul mulai berusaha numbuhin rambut, this movie is worth to watch.

Udah ahh, segitu dulu. Write again later !!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.